Ancelotti: Melatih Milan Lebih Sulit dari Madrid

Posted in Berita Bola, Liga Spanyol on December 2, 2014 by

Tags: , ,

ancelotti-selebrasi

Agen Bola – Pelatih top dunia Carlo Ancelotti mengungkapkan kalau melatih AC Milan lebih sulit daripada Real Madrid. Menurut Ancelottibaha dirinya hanya ingin kembali ke Milan bila diberikan kesempatan melatih klub Italia.

Diketahui Carlo Ancelotti menukangi Milan pada periode 2001-2009. Pria berusia 55 tahun itu juga telah bekerja sama dengan banyak pemain Rossoneri saat ini di klub lain, ada Torres di Chelsea serta Diego Lopez di Madrid, juga  Jeremy Menez dan Alex di Paris Saint-Germain.

“Benar-benar sulit untuk memasangkan Pirlo dengan Rui Costa, Seedorf dan Rivaldo ketimbang Isco, James Rodriguez dan Kroos, pasalnya itu adalah pertama kalinya bagi saya untuk mengubah filosofi saya di sepakbola,” ujar Ancelotti kepada Milan Channel.

Menurutnya, Ancelotti beruntung karena memiliki skuat yang berkualitas. “Musim ini saya dibantu oleh kesuksesan kami di musim lalu, karena itu saya tinggal mengikuti jalan yang tepat saja,” imbuh pelatih yang dijuluki Don Carlo itu.

“Pippo (Filippo Inzaghi, pelatih Milan) perlu mengevaluasi hubungan langsung dia dengan Torres dan menemukan cara yang tepat untuk memotivasi dan meningkatkan kualitas Torres. Torres sangat profesional dan tidak akan membiarkan dirinya merosot, karena dia adalah pemain yang sangat seimbang,” saran Ancelotti.

Saat Carlo Ancelotti bertanggung jawab sebagai allenatore Milan, sang presiden Berlusconi dilaporkan sering mengintervensi susunan pemain Rossoneri.

“Saya selalu memiliki hubungan yang fantastis dengan Presiden, walau semua orang mengatakan ia mendiktekan line-up untuk saya,” papar Ancelotti.

“Ia tidak pernah mengkritik saya di saat-saat sulit, sebenarnya ia hanya mengkritik ketika kami berada di puncak atau setelah kemenangan di Liga Champions sehingga ia bisa memotivasi kami,” ucap mantan gelandang Milan era 80-an ini.

Pelatih Madrid ini telah sukses sebagai pelatih dengan meraih gelar juara liga di Inggris, Prancis dan Spanyol, juga di Italia sendiri. “Yang benar adalah jika saya kembali ke Italia, maka saya hanya akan melakukannya untuk Milan,” pungkas Ancelotti.