Agen Sbobet Casino – Inilah Orang Yang Berjasa di Karir Guardiola

Posted in Berita Bola, Liga Inggris on July 21, 2016 by

Guardiola-123

Agen Sbobet Casino Pelatih ManCity, Pep Guardiola, membeberkan merasa sangat berutang budi kepada Aitor Begiristain Mujika, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Txiki.

Pep serta Txiki ialah bagian dari ‘Dream Team’ Barca 1992, di mana mereka mendapatkan gelar pertama di Liga Champions.

Yang menjadikan Guardiola merasa berutang budi yaitu ketika Txiki duduk di jajaran direksi klub. Ia mempromosikan Guardiola untuk menjadi manager Barca level senior pada 2008.

Ketika itu, posisi Pep masih sebagai manager Barca B. Serta Txiki menjadi orang yang mempunyai keyakinan mempromosikan Guardiola untuk ‘naik kelas’. Serta naluri Txiki benar, selama ditangani Pep, Barca mampu menyabet 14 trofi hanya dalam empat musim, enam di antaranya hanya dalam kurun 18 bulan.

“Txiki mempunyai kontribusi penting dalam hidup aku. Saat aku bukan apa-apa serta siapa-siapa, ia mempercayai aku untuk mengatasi Barca, sebuah klub besar dengan pemain-pemain hebat,” ujar Pep, kepada Daily Star.

BUkan hanya hingga di situ, kontribusi Txiki untuk karier Guardiola berlanjut sampai kini di Manchester City. Guardiola dapat datang ke Etihad Stadium juga karena ajakan dari Txiki, yang lebih dulu menjabat sebagai Direktur Olahraga ManCity.

“Saya berkata kepadanya ‘Saat aku pergi ke Inggris, serta Anda berada di sebuah klub, aku bakal mengikuti Anda’. Begitu pentingnya Txiki untuk aku, ia meyakinkan aku tentang klub ini dengan banyak hal. Itu alasan mengapa aku ada di Manchester City,” katanya.

Usai menukangi Barca, Guardiola memutuskan untuk rehat selama 12 bulan sebelum akhirnya memilih Bayern Munchen sebagai klub yang dinakhodai kemudian. Tiga gelar Liga Spanyol dipersembahkan Guardiola untuk Die Rotten.

“Saya pergi ke New York bersama teman serta keluarga, karena aku merasa sangat lelah (setelah meninggalkan Barcelona). Energi aku terkuras. Jadi aku ke New York untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, sambil aku istirahat sejenak,” kata Guardiola.

“Bila Bayern Munchen tak datang untuk aku, mungkin aku tak bakal langsung mengatasi ManCity. Namun, aku ketika itu berpikir panggilan dari Munich tidak bakal terjadi dua kali. Beruntung, aku masih muda serta masih punya waktu untuk ke Inggris,” katanya.